Saya dan Kampung Kelahiran

Assalamualiakum 
Hai perkenalan  namaku  tiara anak kedua dari empat bersaudara di lahirkan dari kedua orang tua yang bernama bapak suwandi dan ibu ratni dan di besarkan di kampung yang sangat indah nan cantik ini hutan lindung yang masih hijau dan banyak berlimpah tanaman dan buah-buahan. Aku tinggal bersama kedua orang tuaku, kakak, dan adiku yang masih kecil, adikku  yang satunya sedang bersekolah di pondok pesantren .dirumah yang penuh kesederhanaan ini aku dan keluarga ku tinggal, disini aku dididik, diasah,bibentuk supaya menjadi anak yang selalu taat dan berbakti kepada orang tua, abdi terhadap negara dan selalu mengutamakan sopan santun ramah dan tamah dalam bersosialisasi kepada semua orang terlebih lagi orang yang lebih tua, disini aku juga harus pandai untuk hidup mandiri hemat dan bisa membagi waktu karna waktu adalah uang dan awal mula keberhasilan dan kesuksesaan dari kedisiplinan kita sendiri, tidak boleh mengeluh dan meminta-minta kepada orang lain selagi kita bisa ya dikerjakan pesan kedua orang tua. 
Oh mungkin kalian ingin tau atau bertanya tanya tentang tanaman dan buah buah di kampung ku, allhamdulilah kedua orang tua ku memiliki kebun dan ladang pertanian yang cukup luas, kebun nya juga tidak jauh dari rumah ku yaitu di perbatasan kampung ku dan kampung seberang banyak sekali yang kami tanam seperti durian, rambutan, nanas, ubi-ubian mentimun,lada,kopi,dan untuk masalah panen tergantung jenis buahnya masing-masing untuk ladang pertanian kami hanya menanaminya padi dan jeruk untuk panen padi dalam satu tahun hanya2 kali, dan untuk jeruk tidak bisa di tentukan. Kami membawa hasil panen ke kota untuk di jual dengan pelangan tetap bapak ku, kami juga tak lupa untuk selalu berbagai kapada tetanga supaya sama sama dapat merasakanya dan semoga menjadi berkah aamiin. 
Itu saja cerita dari kebunku.kita kembali lagi ke kampung halamanku , Perkenalkan ini adalah kampung halaman ku yang di beri nama desa sepinggan, kenapa di sebut sepinggan karna orang tua pada zaman dulu bercerita kampung ini awalnya hanya sebuah hutan rimba dan orang-orang  ramai sekali yang bergotong royong untuk membuat sebuah kampung, berhubung alat dan barang barang yang digunakan hanya seadanya jadi ketika pada jam makan siang meraka hanya menggunakan satu pinggan (piring)  untuk makan dengan orang yang ramai maka dari itulah disebut desa sepinggan jalan menuju rumahku masih jalan kecil hanya dengan batu kerikil dengan lebar kurang lebig 1 Meter dan kendaraan seperti mobil pun tak di perbolehkan masuk karna bukan jalan aspal goreng .dikampung ku juga ada adat istiadat yang turun temurun iyalah pasang bumbungan(pasang genteng) yang identik dengan anyaman ketupat yang di gantung antara kedua tiang rumah yang telah selesai dibangun, dengan menu makanan yang sangat khas ketupat lemak dan putu gula merah yang sudah mendarah daging didesaku karna orang percaya bahwa kalau kita melakukan tradisi ini  rumah dan sekeliling selalu dijaga dan tidak ada gangguan roh roh halus. 
Disini dikampung halamanku aku menyimpan cerita dan beribu kenangan dimana aku menghabiskan waktu kecil ku bersama teman-temanku, masih teringat kembali  dimana waktu sekolah sd dijemput oleh teman-teman untuk pergi bersama kesekolah  menyeberangi sungai menggunakan perahu yang dikemudikan oleh bapakku untuk menuju sekolah yang disayangi ,sekarang kami telah tumbuh dewasa dengan alur cerita hidupnya masing-masing.
Pesan ku Ingat dimana bumi di pijak disitu langit di junjung, jiwa dikota tatapi tetapi hati tetap di kampung halaman yang tercinta. 

Postingan populer dari blog ini

Perangkat Pembelajaran

Perangkat Pembelajaran

Manajemen Sekolah